Articles by "hardware"

Showing posts with label hardware. Show all posts



Vivo resmi memboyong ponsel seri Vivo Z1 Pro ke Indonesia, Senin (6/8/2019). Vivo Z1 Pro adalah ponsel Vivo teranyar yang ditujukan untuk orang yang memiliki mobilitas tinggi namun tak meninggalkan aspek performa gaming dan fotografi.

Dari segi desain, Vivo Z1 Pro memiliki bentang layar 6,53 inci dengan panel IPS yang mendukung resolusi Full HD Plus. Layar tersebut memiliki aspect ratio 19,5:9 dan rasio bodi ke layar yang diklaim 90 persen.

Berbeda dari ponsel Vivo lainnya, layar ponsel ini mengusung desain "punch hole" yang disebut Vivo sebagai desain Ultra O Screen. Lubang ini memuat kamera selfie resolusi 32 megapiksel, dilengkapi dengan teknologi AI Beauty.

Pada bagian belakang, terpatri tiga kamera yang masing-masing memiliki resolusi 16 MP, 8 MP, dan 2 MP (depth sensor). Kamera belakang tersebut juga dilengkapi dengan LED flash, berikut pemindai sidik jari berbentuk elips. 

Performa Vivo Z1 Pro digenjot oleh chipset Qualcomm Snapdragon 712 dengan kecepatan clock hingga 2,3 GHz. Chipset tersebut dipadankan dengan RAM 4 GB dan memori internal 64 GB.
Pada aspek software, Vivo Z1 Pro menjalankan sistem operasi Android 9.0 Pie yang dilapis antarmuka FunTouch 9.

Baterainya berkapasitas 5.000 mAh dan didukung pengisian daya cepat 18W, serta fitur reverse charging untuk mengisi daya perangkat lain melalui port micro USB 2.0. Ada pula fitur penunjang pengalaman bermain game bernama Multi-Turbo. Fitur ini bisa digunakan untuk mengoptimasi ponsel agar bisa memainkan game dengan mulus dan lancar. 

Harga Vivo Z1 Pro di Indonesia dibanderol Rp 3.099.000, dan hadir dengan 2 pilihan warna, yakni biru dan hitam. Ponsel ini bisa dibeli secara online mulai Senin (5/8/2019), hingga Kamis (8/8/2019) di e-commerce Lazada. Peminat juga bisa mendapatkan Vivo Z1 Pro secara offline mulai tanggal 16 Agustus mendatang. Dengan harga Rp 3,1 juta, apa saja yang didapatkan oleh pembeli ponsel teranyar Vivo ini? Berikut spesifikasi lengkap berikut harga Vivo Z1 Pro di Indonesia.


Tips Memilih Headset Gaming Terbaik
Bermain game akan terasa maksimal jika ditunjang dengan hardware yang tepat. Dan kali ini kami akan membahas mengenai headset gaming. Yup, hardware gaming yang satu ini ternyata bisa menentukan kalian menang atau kalah lho, kok bisa? Bayangkan seperti ini, kalau headset gaming kalian kualitasnya baik, gerak langkah kaki musuh pun bisa terdengar jelas, dan kalian bisa mengetahui posisinya. Keren kan?

Oleh karena itu perannya sangat penting guys. Dan bagi kalian yang ingin berinvestasi dengan membeli hardware yang satu ini, tentu perlu memikirkan beberapa hal agar sesuai dengan kebutuhan gaming, dan tentunya juga agar tidak kecewa di kemudian hari. Kalau begitu kalian bisa dapetin tips memilih headset gaming di artikel ini.

Karena kebutuhannya beda, otomatis spesifikasinya juga beda. Umumnya headset gaming memiliki karakter yang cenderung menonjolkan detail, dan hal ini sangat dirasakan saat kalian nantinya bermain game. Seperti misalnya saat kalian memainkan game-game FPS, detail kecil seperti langkah kaki musuh pastinya sangat berpengaruh pada permainan. Selain itu detail lain seperti suara karakter, efek ledakan dan lainnya tentu juga mempengaruhi pengalaman bermain game yang menjadi lebih seru.

1. Sesuaikan Budget

Headset gaming tersedia dalam berbagai macam merk, tipe dan tentunya harga. Dan sama seperti kebanyakan hardware gaming lain, ada harga tentu ada rupa. Oleh karena itu hal pertama yang perlu kalian tentukan pertama kali adalah bujet. Setelah bujet ditentukan, maka kalian langsung bisa mulai mencari-cari headset gaming yang sesuai dengan bujet. Jika ada banyak waktu, memang kalian harus mencarinya dari yang murah hingga mahal.
Tapi dilihat dari harga, kalian seharusnya sudah bisa mendapatkan perbandingan secara kualitas. Karena tentunya headset gaming murah dengan harga di bawah 300 ribu tidak bisa dibandingkan yg berharga 1 juta rupiah.
Sedangkan untuk merk, banyak sekali pilihannya seperti E-Blue, Kingston, Logitech, Rexus, Sades dan lainnya. Tapi tentunya tiap merk memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Jika kalian sudah mengincar headset gaming dari merk tertentu, tetap disarankan untuk melirik merk lain, karena bisa jadi performanya lebih baik (dan bisa jadi harganya lebih murah).

2. Pilih Headset dengan Fitur Surround Sound

Pernah dengerin audio yang dihasilkan dari speaker 2.1 (stereo) dan 5.1/7.1 (surround) belum? Kalau sudah, yang terasa beda adalah jumlah sumber suara yang dihasilkan. Jika stereo sumber suaranya hanya dari kiri dan kanan, maka surround akan menghasilkan sumber suara dari 5 arah (5.1) atau 7 arah (7.1).
Kalau headset gaming incaranmu sudah mendukung fitur surround sound, maka itu adalah nilai plus tersendiri. Game saat ini rata-rata juga sudah mendukung fitur surround sound, dengan begitu pengalaman bermain menjadi lebih maksimal. Jika sudah begitu, mendengarkan langkah kaki musuh yang mengendap-endap dari belakang pun bisa terdengar jelas. Atau juga kita bisa mengetahui arah tembakan musuh secara tepat. Keren kan?

3. Harus Nyaman di Telinga

Semahal dan secanggih apapun headset gaming, kalau tidak nyaman digunakan ya percuma juga. Kenyamanan menjadi poin yang sangat penting karena nantinya kalian akan menggunakan headset tersebut hingga berjam-jam lamanya. Nyaman di sini mengartikan kepalamu tidak akan cepat pegal, serta kegerahan khususnya pada bagian telinga. Sebuah headset gaming terbaik pastilah mengutamakan kenyamanan.
Cara paling mudah untuk mengetahui nyaman tidaknya headset adalah dengan mencobanya secara langsung. Kalau toko di tempat kalian beli menyediakan display, maka hukumnya kalian wajib mencobanya. Saat mencoba headset, satu hal yang perlu diperhatikan adalah ear cup harus menutupi keseluruhan bagian telinga, sehingga telinga tidak sakit.

4. Kualitas Input Mikrofon

Jika kalian suka main game FPS multiplayer dengan konsep team deathmatch seperti Counter Strike: Global Offensive, Point Blank atau Overwatch? Jika iya, maka peran mikrofon tidak bisa dikesampingkan karena berfungsi sebagai media untuk berkomunikasi dengan teman satu tim. Karena headset sudah noise cancelling, mau teriak-teriak ke teman pun juga engga bakal kedengaran cuy, jadi mau engga mau harus pakai fungsi chat.
Untuk mengecek kualitas suara dari mikrofon, kalian bisa melakukan tes sederhana: rekam suaramu saat berbicara menggunakan mikrofon pada aplikasi audio recorder. Kemudian dengarkan hasilnya apakah masih ada noise mengganggu atau tidak. Jika tidak ada, maka bisa dipastikan kualitas mikrofon tersebut bisa dipertimbangkan.

5. Pilih Kabel atau Wireless?

Headset gaming tersedia dalam 2 tipe, yakni dengan kabel dan non-kabel (wireless). Kalau kalian termasuk orang yang ingin terlihat simple dan tidak ingin direpotkan dengan kabel yang bersliweran, maka tipe wireless bisa dipilih.
Walaupun terlihat lebih rapi, ada anggapan bahwa tipe wireless memiliki kekurangan dalam hal mudah menerima gangguan dari koneksi sinyal wireless lain. Dengan seiring waktu, anggapan tersebut jelas salah karena saat ini rata-rata headset gaming wireless sudah didesain sedemikian rupa untuk memiliki tingkat konektifitas yang bagus dengan receiver, sehingga gangguan dari sinyal lain bisa diredam.



Jenis dan Fitur Android yang Wajib Kalian Tahu
Android adalah salah satu Sistem Operasi smartphone paling populer di dunia. Dan juga serta merebut perhatian banyak produsen ponsel di dunia. Android sudah resmi menjadi sebuah Sistem Operasi terbaru bagi perangkat mobile modern seperti smartphone dan tablet. Semenjak awal kemunculannya, Android telah memiliki banyak versi dengan fitur keunggulannya masing-masing. Hal ini tentu disamping pesaingnya yang sudah lama eksis, seperti Apple iOS, Windows, Blackberry, Symbian dan sebagainya.

Setiap versi Android yang baru muncul pasti selalu disertai dengan nama-nama lucu berbau cemilan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan karakter robot hijau (Android) ini. Misalnya Cupcake (kue cangkir), Gingerbread (roti jahe), Donat (kue Donat), Honeycomb (sarang madu),  Ice Cream Sandwich (es krim isi), Jelly Bean (Kacang Jeli), Kitkat (coklat keping), Lollipop (permen lolipop), Marshmallow, Naugat, dan belakangan ini juga bakal hadir Android versi baru yakni Oreo. Bahkan, yang lebih uniknya, nama-nama versi android tersebut selalu saja berurutan abjad dari A (Apple Pie), hingga sampai sekarang ini O (Oreo).

Oleh karena itu, maka inilah macam-macam versi Android dari yang pertama.

1. Android 1.0 (Apple Pie)


Android versi pertama ini dirilis pada 23 September 2008 dan hanya dibekali fitur-fitur seperti Play Store, Web Browser, Kamera, Sinkronisasi antara Gmail, Contacts dan Google Agenda. Selain itu, diawal perilisannya, Android juga sudah dibekali aplikasi Google Maps serta dukungan streaming Youtube.

2. Android 1.1 (Banana Bread)


Sistem Operasi android yang rilis selanjutnya adalah Banana Bread, rilis pada bulan Februari 2009. Dan fitur ini juga tidak jauh berbeda dengan versi sebelumnya.

HTC adalah salah satu ponsel Android pertama yang menggunakan versi ini.

3. Android 1.5 (Cupcake)


Rilis pada awal bulan April 2009 dan juga tidak jauh berbeda dengan versi Android sebelumnya. Hanya saja ada fitur tambahan seperti Support Bluetooth A2DP, AVRCP, Soft-keyboard dengan prediksi text dan record/watch videos.

Jenis dan Fitur Android yang Wajib Kalian Tahu

 

4. Android 1.6 (Donut)


Android Donut rilis pada 15 September 2009, dan menbisa fitur tambahan seperti Gesture Framework hingga Turn-by-turn navigation. Selain itu, Android ini juga terlihat lebih sempurna pada waktu itu. Dengan minimnya bug, ditambah lebih lengkapnya fitur-fitur yang disediakan Google.

5. Android 2.0 (Eclair)


Android versi 2.0 bernamakan Eclair dan rilis pada 26 Oktober 2009 silam. Yang selain bluetooth, Android versi ini juga menbisakan fitur multi-touch, Live Wallpaper dan juga flash kamera.

Selain itu, adapun beberapa fitur yang bisa anda nikmati dalam Android versi ini adalah yakni, HTML, Digital zoom, Support Microsoft Exchange, dan pembaharuand UI.

6. Android 2.2 9 (Froyo)


Pada bulan Mei 2010 lalu, Google telah merilis Android versi terbaru pada waktu itu. Yakni adalah Android 2.2 9 (Froyo). Versi ini merupakan salah satu sistem operasi Android yang juga telah disempurnakan, utamanya tentu untuk meningkatkan kecepatan kinerja suatu Android.

Dan berikut ini adalah fitur dan perbaikan yang disediakan oleh Android versi 2.2 9

    Peningkatan Speed
    Implementasi JIT
    USB Tethering
    Aplikasi instalasi untuk perluasan memori
    Support file upload pada the browser
    Animated GIFs

7. Android 2.3 (Gingerbread)


Pada bulan Desember 2010 lalu, Google secara resmi merilis Android versi terbaru, Gingerbread. Yang secara fitur jelas sudah sangat sempurna. Ditambah lagi, Android versi 2.3 ini juga diadopsi oleh salah satu perusahaan Smartphone paling terkenal, yaitu Samsung dengan menanamkan sistem operasi ini dalam ponsel seri Nexus-nya.


Jenis dan Fitur Android yang Wajib Kalian Tahu

 

 8. Android 3.0 – 3.2 6 (Honeycomb)


H, untuk Honeycomb merupakan salah satu sistem operasi Android versi terbaru yang rilis pada bulan Februari 2011 silam. Namun, versi ini lebih ditujukkan untuk Tablet yang mana pada tahun itu sangat laris dipasaran.

Fitur dan perbaikan pada Android versi ini:

    Support Multi core
    Support Tablet lebih baik
    pembaharuand 3D UI
    Layar Utama (homescreens) yang bisa diatur
    Melihat aplikasi yang barusan dibuka
    Menyempurnakan layout keyboard
    Transport protocol untuk Media/Picture
    video chat Google Talk
    Google eBooks
    “Private browsing”
    System-wide Clipboard
    HTTP Live streaming

9. Android 4.0 (Ice Cream Sandwich)


Puncak kematangan Android yakni ketika pada versi ini, yang mana Ice Cream Sandwich rilis pada bulan Oktober 2011 silam. Dan operasi sistem ini mulai bekerja di semua jenis smartphone apapun. Selain bertambahnya fitur-fitur menarik, Ice Cream Sandwich juga merupakan versi Android paling banyak disukai pada waktu itu. Bahkan, Android Ice Cream Sandwich juga dibekali dengan fitur ekstra multitasking dan notifikasi yang lebih banyak.

10. Android 4.1.2 (Jelly Bean)


Jelly Bean rilis pada 9 Juli 2012 lewat konferensi I/O Google. Versi ini merupakan salah satu versi Android yang kerap mendapatkan pembaharuan fitur-fitur yang berguna dan menarik, beberapa halnya adalah seperti memperbaiki rotasi layar, seperti Support resolusi video 4K, Support penulisan huruf Hebrew and Arabic dari kanan ke kiri, dan peningkatan kinerja, sistem keamanan dan masih banyak lainnya.

11. Android 4.4 (Kitkat)


Android versi inilah yang saat ini banyak digunakan oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Kitkat adalah versi Android yang rilis pada 2013 lalu. pada versi ini, Android banyak mendapatkan pembaharuan fitur. Seperti, terdapat fitur Screen recording, untuk merekam kegiatan yang terjadi pada layar smartphone anda, New Translucent system UI, Peningkatan akses notifikasi, System-wide settings untuk closed captioning, Peningkatan kinerja dan masih banyak yang lainnya.

12. Android 5.0 (Lollipop)


Rilis pada tahun 2014, Android yang satu ini lebih banyak menawarkan fitur tambahan untuk menyempurnakan fitur-fitur yang sudah ada. Dan Nexus 6 adalah salah satu ponsel yang paling pertama mencicipi Android versi ini. Selain itu, Google juga lebih menyempurnakan kinerja dari Android Lollipop sendiri.

13. Android 6.0 (Marshmallow)


Android versi 6.0 merupakan salah satu sistem operasi Android yang rilis pada tahun 2015 silam, yang mana banyak membawa pembaharuan. Salah satunya adalah support USB Type-C. Tidak hanya itu saja, Android versi 6 ini serta memberikan fasilitas autentikasi sidik jari dan daya baterai yang lebih meningkat.

14. Android 7.0 (Nougat)


Android Nougat versi 7.0 rilis pada bulan Agustus 2016 silam yang lebih meningkatkan kinerja versi Android sebelumnya. Selain itu, Android Nougat juga mendapatkan banyak fitur-fitur baru yang diantaranya seperti bisa multitasking,  meningkatkan fitur Doze yang dulu telah rilis di Android versi sebelumnya.

Dan inilah beberapa fitur terbaru yang terdapat pada Nougat.

    Support Multi window
    bisa langsung membalas pesan dari jendela atau menu notifikasi.
    Tampilan panel notifikasi dan quick settings yang baru.
    Mode Doze yang ditingkatkan, (Doze Mode 2.0)
    Menu di antara system settings.

15. Android 8.0 (Oreo)


Android versi Oreo rilis pada bulan Agustus 2017 lalu. Tentu saja Android versi ini adalah versi final untuk sekarang ini. Beberapa fitur juga turut diluncurkan Google selaku pihak pengelola. Adapun fitur-fitur tersebut antara lain adalah.

    Android O lebih fokus pada kecepatan dan efisiensi
    Kecepatan Boot up 2X lebih cepat
    Mode Picture in picture lebih flexibel dari Android N
    Aplikasi yang berjalan di latarbelakang lebih diperketat untuk menghemat battery
    Battery lebih tahan lama
    Emoji yang diperbaharui dan lebih banyak



Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.